Minggu, 25 Oktober 2015

Sistem Informasi Psikologi, Arsitektur Komputer dan Struktur Kognitif Manusia (Tugas Softskill SIP)


Nama  : Nahlia Dwi Citra Fajrina
NPM   : 15512225
Kelas   : 4 PA 11

Sistem Informasi Psikologi, Arsitektur Komputer dan Struktur Kognitif Manusia
1.      Sistem Informasi Psikologi
a.       Pengertian sistem informasi
Menurut Wardiningsih (2009) sistem informasi adalah seperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi dengan komunikasi untuk mengirimkan informasi
b.      Pengertian sistem informasi psikologi
Wundt (dalam Heru Basuki, 2008) mengatakan bahwa psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa psikologi juga mempelajari tentang kesadaran manusia dalam berbagai hal.

Jadi, sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang terstruktur dan membantu bekerja menyampaikan sebuah informasi tentang apa yang dilakukan manusia dengan pola kesadaran dari manusia itu sendiri.
c.       Contoh kasus
Sebuah perusahaan bank (x) mengalami krisis dan peusahan itu melakukan pengubahan sistem dengan mengadakan proses sumber daya manusia dengan melakukan pekerjaan layanan bank dengan mengubah kinerja para karyawan dengan melakukan komunikasi yang baik untuk melakukan pelayanan kepada nasabah karena sebuah sistem terpenting dalam kehidupan manusia adalah komunikasi dengan melakukan komunikasi yang baik serta penambahan sistem teknologi maka terjadi kesalahan akan sedikit dan itu semua membuat masa krisis pada bank akan terselesaikan.

2.      Arsitektur Komputer dan Struktur Kognitif Manusia
a.       Arsitektur komputer
Menurut Laurens (2004) Arsitek adalah sebuah ruang fisik untuk aktivitas manusia yang memungkinkan pergerakan manusia dari satu ruang ke ruang lainnya.
Komputer adalah pemrosesan informasi atau pengolahan informasi
Arsitektur komputer adalah mempelajari atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang progammer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program.
b.      Kognisi manusia
Kognisi manusia adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri, segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri dengan lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasioanal yang dimiliki oleh orang lain.
c.       Keterkaitan arsitektur komputer dan kognisi manusia
Adanya hubungan antara arsitektur komputer dengan kognisi manusia. Komputer dan kognisi memiliki persamaan dalam hal memproses informasi. Jika dikaitkan dengan arsitektur komputer yang memiliki pengertian sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, maka kognisi manusia lah yang turut berperan penting dalam pembuatannya. Manusia lah yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya.
d.      Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan
1)      Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas,
2)      Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar,
3)      Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.

Kekurangan
Membutuhkan waktu yang lama.

e.       Contoh kasus
Seseorang memiliki sebuah cita-cita menjadi seorang desainer tetapi kedua orangtuanya tidak mendukung dan sang anak diminta untuk belajar computer maka timbullah rasa emosional yang tinggi pada sang anak ketika anak tersebut belajar dengan pelajaran yang tidak di suka maka sang anak dengan diamnya tetap belajar dengan melakukan bergambar dan membuat desain desain pakaian melalui kertas dan suatu seketika ada sebuah program computer yang bisa membuat atau mendesain sebuah gambar, anak tersebut mencoba mempelajari komputer tersebut demi membuat sebuah desain dan terciptalah sebuah desain yang diinginkan sang anak dengan menggunakan komputer tersebut. Sang anak baru mengetahui bahwa sebuah pembelajaran itu penting, rasa tidak suka itupun menjadi berubah menjadi rasa suka, karena ia mengetahui bahwa dengan bantuan computer tersebut mempermudah dan memperbagus hasil desain yang ia inginkan.

DAFTAR PUSTAKA
Laurens, J.M. (2004). Arsitektur dan perilaku manusia. Jakarta: PT.Grasindo.
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Anonim. (2012). Analisa perbedaan struktur kognisi manusia dan arsitektur computer. Jurnal psikologi.Vol.16, No.1, Hal 34-40.
Wardiningsih, S.S. (2009). Perkembangan teknologi dan sistem informasi untuk peningkatan e-government dalam pelayanan publik. Jurnal akuntansi dan sistem teknologi informasi. Vol.7, No.1, Hal 69-78.
Salamah, I., & Lindawati. (2012). Pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi pengaruhnya terhadap kinerja individu karyawan. Jurnal akuntansi dan keuangan. Vol. 14, No. 1, Hal 56-68.

Selasa, 07 Juli 2015

THERAPEUTIC (Tugas Softskill)


Nama  :           Bagus Satrio              (11512350)
Fieky Fansuri            (12512927)
Nahlia Dwi Citra F   (15512225)
Suci Agustiani I.P      (17512161)
Kelas   : 3 PA 11

THERAPEUTIC

1.      Gangguan yang terjadi pada klien
Gangguan yang terjadi pada klien yaitu klien adalah pecandu narkoba. Sehingga menyebabkan klien memiliki ketergantungan yang sangat merugikan dirinya apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan semestinya.
2.      Metode therapeutic yang digunakan
Metode therapeutic yang digunakan adalah metode therapeutic community
Therapeutic community adalah sebuah metode yang menggunakan sistem “keluarga” dan menggunakan beberapa tahapan di dalamnya. Proses penyembuhan dengan metode ini membutuhkan jangka waktu selama 5-7 tahun untuk mendapat hasil yang optimal. 
3.      Peran dari orang-orang rela merawat, dalam melakukan therapeutic
Orang-orang rela merawat dalam proses therapeutic ini terbentuk dalam suatu badan rehabilitasi yang bernama Sibolangit Center. Sibolangit Center adalah salah satu pusat rehabilitasi yang menggunakan metode Theurapeutic Community (TC) di dalam pembinaanterhadap para pecandu narkoba tersebut.
Peran dari orang-orang rela merawat yaitu memberikan :
a.       Tahap detoksifikasi
Adalah terapi lepas narkoba dan terapi fisik yang ditujukan untuk menurunkan dan menghilangkan racun dari tubuh.
b.      Tahap habilitasi
Ditujukan untuk stabilitasi suasana mental dan emosional penderita, sehingga gangguan jiwa yang menyebabkan perbuatan penyalahgunaan narkoba dapat diatasi.
c.       Tahap rehabilitasi
Ditujukan untuk pemulihan keberfungsian fisik, mental, dan sosial penderita. Seperti belajar, bekerja, serta bergaul secara normal.   
4.      Hambatan yang terjadi dalam melakukan
Hambatan-hambatan yang terjadi sesuai dengan yang dijelaskan Charles bahwa penggunaan metode therapeutic community seharusnya dilakukan selama 5-7 tahun. Akan tetapi di Sibolangit Center, penggunaan therapeutic community hanya dilakukan selama 1 tahun saja. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi jamgka waktu penggunaan therapeutic communityini sehingga tidak menjadi 5-7 tahun, yaitu :
a.       Faktor internal
Tidak adanya standarisasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap metode yang digunakan oleh masing-masing pusat rehabilitasi dan jangka waktu yang digunakan. Sehingga, segala hal yang terkait dengan metode yang digunakan menjadi hak tunggal pusat rehabilitasi.
b.      Faktor eksternal
1)      Ketidak pahaman kondisi pecandu
Ketidakpahaman keluarga terhadap kondisi dari pecandu menjadi alasan ketidakoptimalan jangka waktu pelaksanaan therapeutic community bagi si pecandu. Bahkan belum sampai jangka waktu 1 tahun, terdapat keluarga yang membawa pulang anak mereka sebelum waktu pemulangan pecandu sesuai dengan yang ditentukan.
2)      Kondisi ekonomi
Mahalnya biaya yang harus ditanggung keluarga si pecandu menjadi alasan ketidakoptimalan jangka waktu metode therapeutic community. Karena faktor inilah yang menjadi alasan keluarga klien membawa pulang klien dari pusat rehabilitasi Sibolangit Center, padahal proses pemulihan masih berjalan selama 8 bulan.

5.      Dampak yang menandakan bahwa klien mengalami pemulihan
Dampak yang menandakan bahwa klien sudah mengalami pemulihan karena diberikan metodetherapeutic community yaitu membuat pecandu mulai melupakan perilaku yang pernah dilakukannya dahulu, serta menghilangkan pengaruh fisik dan mental dari pengaruh ketergantungan narkoba.

Sumber :
Ginting, E.Y.B., Priyanti, E., Hilderia, D., dan Andriyansyah, D., (2012). Pengaruh pelaksanaan metode therapeutic community terhadap kesembuhan pecandu narkoba di sibolangit center. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya. 

Senin, 11 Mei 2015

TERAPI KELUARGA


Nama  : Nahlia Dwi Citra F
NPM   : 15512225
3 PA 11
TERAPI KELUARGA
A.    Pengertian Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah cara baru untuk mengetahui permasalahan seseorang, memahami perilaku, perkembangan simtom dan cara pemecahannya.
Terapi keluarga dapat dilakukan sesama anggota keluarga dan tidak memerlukan orang lain, terapis keluarga mengusahakan supaya keadaan dapat menyesuaikan, terutama pada saat antara yang satu dengan yang lain berbeda.
Terapi keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengolah perilaku interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga. Terapi keluarga muncul dari observasi bahwa masalah-masalah yang ada pada terapi punya konsekuansi dan kontek sosial.

B.     Cara Melakukan Terapi Keluarga
Dalam melakukan terapi keluarga terdapat tiga fase diantaranya:
1.      Fase Perjanjian
Terapis membuat kontrak pertemuan dengan keluarga dan mengumpulkan data, selama tahap ini terapis memfasilitasi proses penentuan masalah yang diidentifikasi oleh keluarga.
2.      Fase Kerja
Terapis berusaha mengubah pola interaksi diantara anggota keluarga dengan meningkatkan kompetensi masing-masing individual anggota keluarga, eksplorasi batasan-batasan dalam keluarga.
3.      Fase Terminasi
Terapis harus melakukan review masalah yang telah teridentifikasi dengan keluarga dan menegosiasikan kembali kontrak dan jumlah sesi-sei keluarga.

C.    Manfaat Terapi Keluarga
Untuk mengerti dan menangani keluarga penderita gangguan mental. Kemudian terapi keluarga tidak hanya berguna untuk menangani individu dalam konteks keluarga, tetapi juga keluarga yang tidak berfungsi baik. Keluarga merupakan intervensi spesifik dengan tujuan membina komunikasi secara terbuka dan interaksi keluarga secara sehat.

D.    Kasus-kasus yang diselesaikan dalam Terapi Keluarga
Dalam terapi keluarga ada penyelesaian kasus yang ditekankan tentang bagaimana mengubah perilaku anggota keluarga / keluarga dengan memodifikasi gejala atau akibat dari suatu tindakan. Penekanan pada penghilangan perilaku yang tidak sesuai menjadi perilaku positif, diantaranya:
1.      Latihan perilaku orang tua ( behavioral parent training )
Behavioral parent training menunjukkan pada pelatihan keterampilan orang tua. Terapis membantu sebagai pendidik belajar sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk merubah respon orang tua terhadap anak-anaknya. Berubahnya respon orang tua, akan membuat perilaku anak pun berubah. Tipe ini menggunakan metode verbal dan perbuatan.
2.      Terapi pernikahan / suami istri ( mariage/ couples therapies and education )
a.       Analisis perilaku dalam masalah suami istri
b.      Pembalasan yang positif
c.       Pelatihan keterampilan berkomunikasi
d.      Latihan memecahkan masalah
3.      Treatment pada Disfungsi seksual ( treatment of sexual disfunctioning)
Digunakan untuk membantu pasangan suami istri yang mengalami gangguan pada hubungan seks mereka, yang kemudian menjadi masalah pasangan. Seperti ejakulasi dini.
4.      Terapi fungsi keluarga ( functional family therapy )
Dalam functional family therapy, pertolongan diberikan apabila hubungan interpersonal antar anggota keluarga dalam keadaan :
a.       Contact/ Closeness ( Merging )
b.      Anggota keluarga sama-sama bersaing di dalam keluarga.
c.       Distance/ Independence ( Separating )
d.      Anggota keluarga saling memisahkan diri, ada jarak diantara mereka.

E.     Contoh Kasus Terapi Keluarga
Terdapat kasus dari seorang anak yang berusia 5tahun ketika dirumahnya saat itu ia diasuh oleh seorang pengasuh rumah tangga karena orangtua yang bekerja. Suatu hari ketika dirumah sang anak hanya berdua dengan sang pengasuh pada waktu siang hari ia sedang tidur siang, tiba-tiba ada perampok yang memasuki rumah tersebut dan membangunkan anak tersebut dan pengasuh tersebut lalu diikat dan duduk di lantai. Perampok datang dengan perlakuan yang kasar padanya dan pengasuh. Berteriak-teriak menanyakan dimana letak barang berharga seperti uang, perhiasan. Sang anak terus menangis ketakutan. Perampok tersebut memukuli anak tersebut dan pengasuhnya. Ketika perampok itu pergi sang anak dan pengasuh dengan tubuh yang masih terikat kain dan pintu rumah yang tertutup sampai tiba orangtuanya datang pulang dari bekerja dan kaget histeris melihat anaknya dan pengasuhnya dengan keadaan terikat dan duduk dilantai. Orang tua pun langsung mendekat dan menanyakan yang sebenarnya yang terjadi.
Setelah pengalaman tersebut sang anak dan orangtuanya pindah rumah dan tidak memiliki pengasuh lagi. Ibu nya yang berhenti bekerja. Setiap kali ia berada di rumah ia sering menangis dan tak pernah jauh dari sang ibu. Sang anak yang menjadi takut untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak mau keluar rumah, bahkan tidak mau berkomunikasi. Hal ini sangat menghawatirkan bagi sang anak karena ketika ia bersekolah sangat menggangu mental dan psikis anak tersebut. Orang tua yang terus menghawatirkan anaknya akibat masa trauma yang berkepanjangan dapat menggangu kesehatan mental anak.
Orangtua pun datang ketempat terapi dimana ia menginginkan anaknya tidak terlalu merasakan trauma yang berkepanjangan dari masa kejadian perampok dimasalalu itu. Dan dapatlah hasil yang sangat memuaskan bahwa saat ini anaknya mau untuk berinteraksi, berkomunikasi bahkan mau menerima datangnya oranglain dalam kehidupannya.
Ciptakan suasana lingkungan aman dan nyaman biar anak selalu dalam kondisi senang dan bahagia. Sebagai contoh hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua dan anggota keluarga untuk membantu konselor dalam mengelola emosi anak diantaranya adalah mampu mengendalikan amarah, membuang rasa takut, membuang cemburu dan meredakan kesedihan.


SUMBER :
Adi, K.J. (2013). Esensial Konseling. Yogyakarta: Garudhawaca
Chaplin, J.P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grapindo
Sanyata, S. 2012. “Teori Dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik Dalam Konseling” . Jurnal Paradigma. Volume 14, No.7
Mintarsih, W. 2013. “Peran Terapi Keluarga Eksperiensial Dalam Konseling Anak Untuk Mengelola Emosi”. Jurnal Pendidikan. Volume 8, No.2



Minggu, 05 April 2015

PENDEKATAN PSIKOLOGI DI DALAM PSIKOTERAPI



Nama  : Nahlia Dwi Citra Fajrina
NPM   : 15512225
3 PA 11
Pendekatan psikologi di dalam psikoterapi

1.       Ulasan mengenai pendekatan psikologi dalam psikoterapi
a.       Pendekatan psikoanalisa didalam psikoterapi
Psikoanalisa adalah memandang manusia secara deterministik sehingga dianggap melemahkan martabat kemanusiaan sebagai individu yang penuh dinamika dan memiliki kebebasan. Perilaku deterministik disebabkan oleh kekuatan irasional, motivasi ketidaksadaran, dorongan-dorongan biologis dan insting. Perhatian sentral psikoanalisa adalah dorongan instingtif. Perkembangan manusia ditentukan pada masa kanak-kanak merupakan salah satu deskripsi dari pandangan pesimisme dan pasivitas terhadap manusia. Pendekatan psikoanalisa bersifat klinis dan mementingkan energi-energi psikis dan kurang mengakui aspek kognitif. Posisi individu hanya ditentukan oleh model perkembangan pada masa kanak-kanak berimplikasi pada munculnya kritik dan teori baru yang memiliki cara pandang berbeda dengan psikoanalisa.
b.      Pendekatan psikologi belajar didalam psikoterapi
Pentingnya faktor belajar pada manusia, di mana untuk memperoleh hasil belajar yang optimal diperlukan reinforcement sehingga teori ini menekankan pada dua hal dua hal penting yaitu learning dan reinforcement serta tercapainya suatu perubahan perilaku (behavior). Dalam perkembangan lebih lanjut teori ini dikenal dengan behavior therapy dalam kelompok paham behaviorisme. Dalam tahap awal perkembangannya batasan pendekatan behavior diberikan sebagai aplikasi teori belajar modern pada perlakuan masalah-masalah klinis. Behavior, menjelaskan tentang peranan dari teori operant conditioning di dalam perilaku manusia. Operant conditioning merupakan tipe perilaku belajar yang dipengaruhi oleh adanya penguatan-penguatan (reinforcer) positif dan atau negatif. Pendekatan behavior merupakan pendekatan yang berkembang secara logis dari keseluruhan sejarah psikologi eksperimental. Eksperimen Pavlov dengan classical conditioning dan Bekhterev dengan instrumental conditioning-nya memberikan pengaruh besar terhadap pendekatan behavior. Pavlov mengungkapkan berbagai kegunaan teori dan tekniknya dalam memecahkan masalah tingkah laku abnormal seperti hysteria, obsessionel neurosis dan paranois.
c.       Pendekatan psikologi humanistik didalam psikoterapi
Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia,. Menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannyaa sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidak sadaran. Maslow menekankan bahwa manusia memiliki lima macam kebutuhan yaitu, kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi.

d.      Pendekatan psikologi kognitif didalam psikoterapi
Terdapat pandangan yang menyatakan bahwa kesadaran adalah objek penelitian dan introperksi sebagai metode penelitian. Psikologi kognitif menyatakan bahwa kesadaran merupakan objek yang dipelajari dalam psikologi dan intropeksi merupakan metode penelitiannya. Modifikasi teori kognitif perilaku dari sebelumnya teori behavior terletak pada peranan emosi dan kognisi yang turut menjadi penyebab timbulnya perilaku salah suai serta dapat menentukan pengubahan tingkah laku baru. Cognitive dapat melawan keyakinan-keyakinan irasional, melakukan aktivitas kognitif yang merupakan implementasi model A-B-C, memakai bahasa yang lebih umum dan nayaman serta memakai humor.

2.       Uraikan kasus mengenai pendekatan psikologi dalam psikoterapi
a.       Psikoanalisa
Diwaktu kecil seorang anak perempuan ketika sedang bermain diluar rumah selalu di suruh pulang oleh ayahnya. Ketika sampai dirumah si ayah selalu memarahi dan memukulinya. Ketika sang anak tertidur ia bermimpi bahwa sang ayah yang selalu kasar padanya. Sampai usia dewasa ia selalu teringat sang ayah hingga ia tidak mau berteman dengan teman laki-laki, tidak mau mengobrol dengan teman laki-laki karena anak perempuan tersebut berfikir bahwa ia selalu berfikir bahwa laki-laki itu kasar sama seperti ayahnya, dari permasalahannya di masa kecilnya akan mengakibat hal besar terhadap kehidupan diwaktu dewasa.
b.      Behavioristik
Seorang anak yang mendapatkan tugas membuat kerajinan tangan dan ia tidak bisa melakukannyanya, lalu sang anak meminta tolong kepada ibu nya untuk membantu mengajarkan bagaimana membuat kerajinan tangan. Sang ibu membantu dan mengajarkan membuat kerajinan tangan kepada anaknya. Setelah sang ibu membantu anaknya bagaimana membuat sebuah kerajinan tangan maka sang anak bisa mengerti dan memahami bagaimana membuat kerajinan tangan.
c.       Humanistik
Seorang anak yang meminta dibelikan laptop pada orang tuanya karena melihat teman-temannya membawa laptop ketika belajar dikelas, padahal belum lama sang anak meminta dibelikan handphone pada orangtua nya dan orang tuanya memenuhi keiinginannya. Anak tersebut mengancam kepada orangtua nya bahwa jika orangtuanya tidak membelikan laptop sang anak tidak mau belajar dan datang kesekolah.
d.      Kognitif
Seorang wanita yang sedang mengalami masalah percintaan mencoba untuk bunuh diri dengan melompat gedung, ketika ingin melakukan perbuatan yang irasional tersebut dihentikan oleh seorang laki-laki dan laki-laki tersebut menarik wanita tersebut agar tidak melakukan hal tersebut dan mencoba untuk berfikir rasional bahwa bunuh diri bukanlah hal yang baik. Laki-laki tersebut mencoba untuk bertanya agar wanita tersebut menceritakan permasalahannya dan tidak melakukan bunuh diri.

3.       Pandangan anda dalam kasus tersebut dianggap bisa ditangani oleh pendekatan psikologi
a.       Psikoanalisa
Pengalaman traumatik pada masa kanak-kanak dapat membuat pengalaman seksual dimasa dewasa yang terus diingat-ingat yang di jumpai bahwa dari masa traumatiknya didapatkan dari sebuah mimpi dan dari situ, freud menemukan keyakinan bahwa mimpi memiliki arti penting dan membuka rahasia ketidaksadaran.
b.      Behavioristik
Pengalaman dari seorang ibu yang membantu membuatkan sebuah kerajinan tangan kepada anaknya adalah bentuk pengajaran yang sangat baik. Didapatkannya reinforcement yang menekankan perubahan perilaku kepada sang anak yang tidak mengerti bagaimana membuat sebuah kerajinan tangan menjadi mengerti membuat sebuah kerjinan tangan.
c.       Humanistik
Harus lebih manusiawi yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak Nampak, mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran permasalahan yang muncul karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi.
d.      Kognitif
Membantu melakukan pendekatan agar dapat mengubah pola pikirnya secara realistis dan berfikir secara lebih baik karena kognitif dapat melawan keyakinan-keyakinan irasional.

Sumber :
Basuki, H. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma
Sanyata, S. 2012. “Teori Dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik Dalam Konseling” .
Jurnal Paradigma. Volume 7, No.14